Mustahil Menangis

Jika Spinoza benar, maka tidak saja air mata itu sia-sia tetapi juga irelevan. Spinoza mengatakan bahwa segala sesuatunya di alam ini sifatnya deterministik. Tidak sekedar hukum-hukum alam seperti gravitasi, maupun ekuasi matematis. Intinya dunia di desain sedemikian rupa dengn aturan-aturan (limitasi) yang distinktif. Teori Spinoza ini dikenal sebagai 'hard determinism'. Pandangan determinisi keras ini berimplikasi terhadap apa yang kita sebut sebagai kehidupan. Ia menganggap bahwa manusia tidak memiliki free will. Bahwa apa yang disebut sebagai konsep kehendak bebas sangat berlawanan dengan kerangka determinisme (alam).  Kehendak bebas adalah ilusi, suatu figmen imajinasi yang dibentuk oleh psyche manusia agar memberikan sejenak rasa kuasa. Rasa dominasi diatas hidup yang terus menggerus.

Nyatanya, sekalipun Spinoza benar, manusia akan selalu menangis. Menangisi kejadian-kejadian di dalam hidup yang berjalan tidak sesuai dengan harapan maupun rencana kita. Tangisan kita sepertinya hanya menjadi semacam protes yang sayup di hamparan alam semesta yang luas. Dimana tangisan itu tidak merubah apapun, maupun memperbaiki sesuatu. Alam, sudah memberikan format bagaimana kehidupan ini akan berlangsung. Hari esok akan tetap tiba sebagaimana eksistensialitas jiwa kita menolak masa depan. Itu hanya fakta keras yang tidak dapat kita kesampingkan.

Kalau begitu, mengapa menangis, bila secara naturalistik, tidak ada hal yang relevan untuk ditangisi? Spinoza mungkin mencorat-coret teori ini di dalam kamarnya sambil menenggak setengah botol vodka, dengan harapan bahwa mengakui superioritas alam akan mendamaikan rasa tidak puasnya dengan kondisi fisiknya yang lemah. Ia lemah, sakit, sebatang kara dan terasing. Di tangannya hanya tersedia tumpukan kertas berisikan teori-teori yang ia jadikan sebagai tempat suakanya. Tapi, hey, ini toh hanya suatu interpretasi. Mungkin metode menjadi budak terhadap alam adalah obat yang mujarab bagi seorang bujangan kesepian seperti Spinoza.

Tapi untuk saya? Saya menangis, meski sepertinya melelahkan untuk menangis dan berduka. Karena tidak saja kesusahan datang terlampau mendadak, ia juga datang bertubi-tubi. Bila sebagian dari anda melewatkan kesedihan, dengan mengitari kota, menghabiskan minuman keras, merokok, menaiki roller coster hingga mual, menghamburkan uang demi produk yang sama sekali tidak esensial, merobek, membakar, ataupun berteriak. Bagi saya, saya hanya butuh 2 menit (atau 2-3 bulan, tidak pernah ada aturan yang absolut) untuk menangis seorang diri, menulis, menangis lagi, kemudian menulis. Meski jauh di dalam lubuh hati tertancap apa yang dikatakan oleh Spinoza, bahwa apapun yang diperbuat tidak akan merubah apa yang dimaksudkan untuk terjadi. Perpisahan, kematian, kehilangan, pengkhiantan, maupun kegagalan. Air mata tidak akan menghapus fakta-fakta itu.

Terkadang saya katakan, “mustahil kali ini saya akan menangis..” Tetapi sebaliknya ternyata hati masih menangis. Meski otak seorang filosof dilatih untuk mengantisipasi kejadian-kejadian seperti ini, tetap saja, siapa yang bisa menduga arah dari kemauan hati. Ia ingin menangis, detik ini, di tempat ini. Tentunya, kita hanya bisa mengusap air mata sambil berkata, “begitulah hidup.”

                            

Kisah aku dan sahabatku

Tanggal 31 Mei ini adalah hari yang amat berbahagia untuk yas J Tidak hanya adik perempuan saya yang manis Made Ayu Ratih berulang tahun yang ke 23, tetapi juga peringatan 6 tahun hari persahabatan dengan seorang pemuda tampan xixixixixi

6 tahun yang lalu, waktu saya masih berusia 19 tahun, di suatu pesta ulang tahun di kemang, saya bertemu dengan seorang gitaris. Entah kenapa dulu saya selalu punya prasangka dengan pria, di waktu itu saya katakan pada teman saya Inda, ”Eh si gitaris itu manis banget yah, tp anak band kayak dia pasti groupiesnya banyak yah Nda” Saya ingat sekali bahwa Inda waktu itu berusaha mendorong saya untuk lebih berani bicara dengan si gitaris itu, ”Ayo dong Yas, ngobrol aja..” Tapi berhubung saya habis patah hati dengan seorang mahasiswa Moestopo, wajar apabila saya menjadi tertutup, huhuhu trauma dengan pengkhianatan.

Tetapi si gitaris itu terus menghampiri saya, bahkan di saat terakhir saya beranjak pulang, dia mengambil tangan saya dan menciumnya. Ya ampun, sumpah, gara-gara dicium tangannya, my face was blushing red, lucu deh kalau diinget gugup-gugupnya. Faktor lain yang mengadakan kesempatan adalah usilnya manager saya yang bernama mas Rendy. Dia selalu menjodohkan saya dengan gitaris itu. Tetapi si Gitaris tidak mudah mendapatkan hati saya. Berbulan-bulan kita sms-an. Saya sempat ke Australia, sedangkan dia tur ke berbagai kota di Indonesia. Waktu di hari perjumpaan kita selepas pekerjaan dan perjalanan yang panjang, dia memantapkan hati untuk mengajak serius pacaran. Meskipun saya saat itu masih sangat muda, saya sudah tahu apa yang saya inginkan dari relasi percintaan, saya katakan pada dia, ”Cinta itu persahabatan, kamu harus jadi sahabat saya untuk memiliki hati saya...”

Apa yang saya cintai dari sahabat saya sang gitaris tersebut? Too many to mention. Dia selalu ada disaat susah maupun senang. Waktu adik saya Natalia berpulang karena sakit, dialah yang menopang dan membesarkan hati saya. Mengajarkan saya kepasrahan serta ketabahan menerima kesengsaraan hidup. Dia pula yang mengajarkan bahwa di dalam hidup yang terpenting adalah mengikuti kata hati agar menjadi bahagia. ”Saya ingin jadi guru...” lalu dia bilang, ”Ya sudah kalau begitu jadilah guru yang baik”. Dia selalu melindungi saya, sampai-sampai saya merasa tergantung sekali sama dia. Dia tempat saya berpaling dan bercerita, walaupun dia benci dan meremehkan filsafat, tetapi ia selalu meluangkan waktu untuk mendengar ocehan saya, ”kamu kasih tanggapan yah tentang first meditationnya Rene Descartes”, dia mengangguk dengan patuh.

Saya pernah katakan pada dia bahwa menurut saya tempat terindah di dunia ini adalah Borobudur. Saya tahu fakta2 tentang Borobudur, sudah menulis begitu banyak artikel tentang Borobudur, tetapi saya tidak pernah menginjakan kaki di Borobudur. Lalu di malam tahun baru dia katakan pada saya, ”besok siap-siap yah, kita mau ke tempat istimewa.” Sewaktu di Borobudur, dia bertanya pada saya, ”Kamu bahagia ?” Tentu saja saya tersenyum sambil mengiyakan.

Apakah kita bertengkar? Dengan jujur akan saya jawab, SELALU! Saya keras kepala, dia juga keras kepala. Tapi entah kenapa saya tidak bisa berlama-lama marah dengan dia, begitu juga sebaliknya. Biasanya dia akan sms, ”Yas, udah ya marahannya, kapan2 kita sambung lagi, saya bener2 ingin ketemu kamu...”

Apa saja perbedaan antara saya dan sang gitaris, dia pemakan daging, sementara saya vegetarian. Dia pendiam dan penyendiri, sedangkan saya sangat cerewet dan senang dengan keramaian. Terkadang saya suka dangdut, kata dia ”please deh, jangan jatuhin harga diri saya dong sebagai rocker...”(hihihihi). Saya suka pedas, dia tidak. Saya cinta Jakarta, dia muak dengan Jakarta. Saya suka film India, sementara dia selalu mencemooh idola saya Shah Rukh Khan. Dia percaya UFO (tolong deh), buat saya itu omong kosong. Tetapi kita juga ada kesamaan. Kita berdua sama-sama penyayang keluarga dan menganggap keluarga adalah alasan eksistensi hidup kita, kata dia, tidak ada yang lebih penting diatas keluarga. Kita berdua suka Stevie Ray Vaughn dan suka melongo heran kalau nonton

DVD

manggungnya Stevie Ray di Texas. Kita tergila-gila dengan pantai di Bali, dan berikrar akan tinggal di Bali di kala tua. Kita berdua penyayang anjing banget, dan ingin punya rumah yang halamannya bisa nampung 14 anjing.

Jadi kekasihku, selamat 6 tahunan yah, terima kasih kamu sudah menjadi sahabat yang sempurna. Truth be told, you are not just my best friend, you are my everything...

Love, Singkongrebush.

PS : Sayang, jgn lebih cinta sama burger king yah dibanding sama saya L

Panacea

James Blunt berkata dalam salah satu lagunya, “Give me reason, but don’t give me choice cause I’ll just make the same mistake again.”

Mengapa kesetiaan itu penting dalam suatu relasi percintaan? Mengapa kita menuntut kesetiaan dan dituntut sebaliknya juga. Apakah kesetiaan itu penting, dan apakah menjadi setia itu suatu yang alamiah bagi manusia? Mengapa tema ini yang diangkat? Memang bulan ini bulan membaca sastra untuk kelas Hermeneutika, dan saya sedang bergelut dengan teks-teks yang ditulis oleh Giacomo Casanova. Casanova bukan sekedar satu persona, ia suatu budaya, suatu ikon, yang secara simultan dibenci dan dikagumi. Anda penganggum Casanova? Atau sebaliknya ingin membunuh setiap (c)asanova-casanova wannabes diluar

sana

J

Bila anda meyakini bahwa sifat beradab kita adalah suatu konstruksi budaya, maka kita juga yakin bahwa menjadi setia dan monogamus adalah suatu habituasi pula. Freud mati-matian akan membela kredonya, manusia adalah hewan seksual! Demikian pula dengan Casanova yang meski hidup sengsara dikejar hutang dan suami-suami yang istrinya telah digauli olehnya, ia mengaku bahagia dan puas dengan

gaya

hidupnya. Dalam jurnalnya ia berkata, “tiada lagi hal yang lebih prinsipil bagi saya selain mencari kenikmatan dan kepuasan ragawi.” Prinsip yang sederhana sekali… dan memang terdengar agak dangkal. Tapi ia sangat yakin bahwa kebahagiaan di dalam kesetiaan itu sesuatu hal yang ilusif. Kesetiaan bukan sifat alami dari manusia.

Awalnya saya membenci Casanova, (mengingat pernah menjadi korban dari beberapa pengikut setia Casanova L), tapi kini saya justru kasihan. Iba, pada Casanova yang mendefinisikan cinta sebatas sensasi tubuh, penaklukan seksual, padahal cinta menawarkan lebih dari hal-hal tersebut. Seperti apa saja anda tanya? Oke… seperti companionship, atau the pleasure of growing and nurturing a relationship. Lagipula mengenai apa yang alamiah atau tidak, (lelah dengan pembenaraan seperti ini) setia atau tidak itu persoalan kehendak bebas. Jadi, mengkritik James Blunt (yang ternyata selama ini seorang yang playboy dibalik lirik-liriknya yang menjamah kalbu!) Ketika ia bernyanyi, “don’t give me choice, cause I’ll just make the same mistake again.”

Aaaarggghhhh, don’t say that! Seolah-olah menjadi setia adalah paksaan yang harus dipatuhi ketika berada di dalam suatu hubungan. To be loyal in a relationship is an art of its own. Jangan ketawa yah,… memang susah untuk setia, mengingat begitu banyaknya godaan yang beragam diluar

sana

. But I believe the pain on rejecting those temptations, will cause a distinct blissfulness. Tetapi tentunya pilihan itulah inti dari setiap hubungan, you are never obligated to be faithful or not to be faithful to your lover, it’s always about that reason why you do it. Misalnya anda akan berkata pada diri anda sebelum tidur, alasan saya setia karena saya sungguh-sungguh mencintai dia, dan tidak ada orang lain yang bisa menyebabkan perasaan seperti ini selain dia. Ah, wouldn’t it be nice to feel that way to someone?

Konsolasi Valentine

Salam sejahtera, teman-teman yang kucintai, besok, hari yang dinanti-nanti banyak orang. Ijinkanlah saya mengucapkan selamat hari kasih sayang.

Apa yang bisa kita ketahui tentang cinta? Love menurut Fromm, bukan sesuatu yang abstrak, seperti apa yang pernah dicetuskan oleh Plato. Plato selalu meninggikan cinta yang ideal, cinta yang tidak terjamah dunia materi. Jangan mengkerutkan kening, tidak hanya Plato yang terobsesi dengan cinta ideal semacam ini, seorang filosof tampan asal Denmark juga menyetujui cinta semacam ini, Kierkegaard menganggap bahwa cinta bekerja di dalam sistem keyakinan kita. So when we love someone, it is a trust based on no factual evidential whatsoever, kita mencintai dengan resiko kekecewaan yang besar. Resiko itulah yang dikatakan sebagai nilai eksistensi kita sebagai manusia. We love, because love is wild and unknown...

But, tentunya, sebagai seorang filosof, I am not happy with that definition of love, kita lihat pandangan lainnya tentang cinta. Berada di polaritas yang berlawanan, berdirilah seorang Libertine asal Perancis bernama Stendhal. Filosof ini menolak spiritualitas ala Plato dan Kierkegaard, cinta itu menurutnya ketertarikan instan yang terjadi pada tubuh. Saat kita mengagumi seseorang, meski kita merasa tertarik dengan betapa charming dan jenakanya orang tersebut, tetap saja menurut Stendhal tubuh kita bereaksi terhadap eksterioritas orang tersebut. Stendhal dengan bahasanya yang sangat erotis, menjelaskan tahap admirasi, dimana kita mengkhayal, bahwa alangkah manis dan nikmatnya untuk mencium bibirnya, atau menyentuh kulitnya, --pikiran-pikiran semacam itu.

Berbeda dengan Stendhal, Erich Fromm menganggap bahwa cinta semacam itu hanyalah cinta erotis, yang menurutnya bukan inti dari proses aktivitas mencintai dan dicintai. Ia mencoret kata 'Falling in Love' dan menggantinya dengan 'Standing in Love'. Falling in love atau jatuh ke dalam cinta, menurut Fromm merenggut rasionalisasi dalam kehidupan manusia. Cinta atau berdiri saat mencintai bagi Fromm membutuhkan kesadaran, tidak buta, tidak obsesif apalagi masokistik. Untuk Fromm tidak wajar apabila kita mencintai namun disaat yang bersamaan dibalas dengan penderitaan dan rasa sakit. Cinta mengandaikan dua posisi yang sederajat dimana kedua belah pihak memberikan penghormatan yang mutual. Mengapa memilih untuk jatuh dan dibutakan cinta, apabila kita bisa sama nikmatnya mencintai cinta dengan sadar? Itu gagasan dari Fromm.

Dimanakah saya? dan dimanakah anda dalam topografi cinta semacam ini? Sekarang sedang mendengarkan sebuah lagu, "Dengarkanlah permintaan hati yang teraniya sunyi, dan berikanlah arti pada hidupku, yang terhempas yang terlepas, pelukanmu, bersamamu dan tanpamu, aku hilang... selalu."

Menilai dari lagu-lagu maupun karya sastra yang dibaca oleh orang-orang, kita selalu ingin jatuh cinta, dimabukan cinta, merasakan cinta meski, cinta itu seperti virus yang mematikan imunitas rasio kita. Tapi untuk saya, mengkonsumsi lagu-lagu cinta, atau novel-novel Flaubert, YB. Mangunwijaya dan William James, dapat saya reservasi di suatu ruang imajiner. Suatu ruang yang saya simpan yang tidak perlu teraktualisasi.

Cinta  yang saya damba adalah  stabilitas. Pada kenyataananya kita ingin kepastian dan keamanan, begitu juga dengan saya. Saya menikmati puisi-puisi romantis nan mematikan milik Pablo Neruda, tapi saya tidak berharap ada seseorang yang membacakan puisi itu kepada saya. Karena cinta bukan sekedar puisi dan nuansa romantis. Tapi cinta adalah tanggung jawab, serta kesabaran. Cinta itu pilihan dan komitmen, martabat dan loyalitas.

Di dalam hati saya, pertanyaan dan kemudian menjadi aspirasi hidup saya, bisakah kita mencintai dengan totalitas. Dimana kita merawat cinta, mendewasakan diri melalui pengalaman mencintai tersebut. Menerima rintangan dengan tegar, dan menjaga janji yang telah kita ikrarkan dengan mereka yang kita cintai..

Saya tetap percaya, dalam prahara hidup yang menyiksa dan menyebabkan derita bagi manusia. Cinta menjadi fondasi harapan bagi jiwa-jiwa yang teraniaya, cinta tentunya dalam pengertian ini, adalah cinta yang membebaskan, memerdekakan dan mencerahkan..

Happy Valentine yah :) Semoga teman-teman menikmati hidup di dalam quantum cinta yang mencerahkan..

Cimg0726


Being Me

Dear teman-teman, salam sejahtera :)

How I spend my day? Hari-hari Yas tuh sederhana banget, even repetitive, but never ever boring. Would you like to know?
On Mondays and Thursdays, I usually wake up at 6.30 AM (so early, soalnya dressing up tuh lama banget xixixixi, picking up a dress is always a dilemma for me :P)

Cimg0332Sampai di kampus, I spend sometime in my desk, siapin bahan ajar, trus ke kelas, even after 2 years of teaching and lecturing, I always get nervous. I love wearing heals when I teach, thus sometimes, my feet gets swollen, but, I just love it (afterwards at home I soak my swollen feet with warm salted water, no problemo)

Yas ada dua sahabat, yang juga dosen muda, Irianto and Upi(l). When we are together laughing, I get to be childish and goofy, pokoknya gokil banget. I regularly take lunch together with them, my menu? (non meat batagor, punya mbak Ratna di kantin), Iri biasanya makan nasi gila (wajar sih, he is insane), well, for Upil, she loves ayam bakar, sometimes nasi campur.

I read one book in a week. Exhausting? Not at all, kalau lagi baca, rasanya kayak teleportasi into another realm, soothing, surreal, lovely. Reading has made life bearable. My recent conquests are; Fear and Trembling, Contract Social, Black Mass, Madness and Civilization, and Mulamadhyamaka Sastra. 5 books in a month, I'm the ultimate geek :(

Cimg0051_2 Waktu stress, I eat a lot of Ice Cream, tapi karena nyiapin suara untuk nyanyi, sekarang lagi dikurangi. Ice Cream terenak adalah; Strawberry Ice Cream di Bakerz In, and Connelo Strawbery cone.

But, when I am down, Coky has always been the shoulder to cry. He is my lover, my best friend, my big brother, and my partner. We've been together since I was 19 years old, we've been through ups and downs together. He inspires me, and in a way a musical mentor. I think he is the greatest guitarist in Indonesia (Rolling Stone said it so too, hehe)

At night biasanya yas nari, my favorite music to dance to are, Shakira's, Beyonce's, balinese dancing music and Netral!! hehehe

I read before falling a sleep, and the book that is always next to me are, Kierkegaard's and Shincan. Every single night yas selalu bobo dengan one being only, and that is my adorable dog Chibo :)Cimg0197

That's how I live my life, let me hear your life :)
Thanks for dropping by, leave your comments okay =>
God Bless U

Batik dan Buku

Salam Sejahtera sahabat-sahabatku, May The Lord bestow you peace and tranquility. Terima kasih atas ucapan selamat ulang tahunnya, I love birthdays, wouldn't you? Tandanya masih diberikan usia untuk mencintai hidup dan mewujudkan cita-cita.

Yes I'm 24 years old, kalau sebagian besar orang kepingin mencicipi fountain of youth and kembali ke masa muda, not for me. Why you ask me? I just love being old. I never liked my younger days, well, I was erratic, disoriented, and lonely.

Ketika saya bertambah usia, saya banyak mengerti tentang kesusahan dan tantangan hidup. I see things clearly, n more optimistic about life. By getting older, everything that have passed (every sadness, loss, suffering)  just make perfect sense. So I'm looking forward to get older n wiser :) no more youth please X0

How do I celebrate my birthday?
Hmmmm simple n wonderful :) Eating, Swimming, Wine, with my closest friends. My cake was great, Vanilla Fruitcake, hmmm delicioso xixixixixi. Hihihihi Bunga, Upi n Mina yang kasih surprise, look at those gorgeous candles! Photo0321
Kata Coky dia rela jadi budak selama satu hari untuk ultah Yas, awww isn't he sweet? hehehehehe.

My presents? kadonya lucu-lucu bangets! This is the following list;

1. Kamera digital Excillim dari Coky, beserta printer mini jg!!!! (langsung foto-foto in Iri, mina, Upi, Bagus, mamah, papah, chibo, burger, blue, sampai rak buku di kamar huahahahaha).   
2. Buku dari Iri n Mina, memang hadiah untuk seorang dosen xixixixixi
3. Mug cantik plus Teh Peppermint, makasi Upilllllllllll, I drink Peppermint tea to reduce stress from lecturing hehehehe.
4. Blue dress dari Auuuu my dear sister in Aussie, I love it!! Nanti kalo manggung mau dipake!!!
5. Last but never least, kado dari Mamah, dua kemeja Batik, Have I told you? I'm so crazy about Batik!!!! Baju Batik itu nyaman, indah, so gorgeous! :) xixixixi.

This is my little story about my humble yet warm birthday gathering. Hopefully you are having the time of your life too. To all fellow Virgos out there, Happy Birthday, and live life to the fullest!!!

Hugs and Kisses

Ketika Berlibur

Hallo apa kabar teman2 semuanya, udah lama ngga nulis blog (lantaran menyepi untuk mencari ide-ide baru xixixi) Hmmm, my holiday was wonderful :) Yas pergi ke Pulau Umang, pulau yang masih sepi n virgin, kalau mau kesana, take my direction, westward of Java, 2 jam lagi dari Anyer, trus nyebrang di deket Tanjung Lesung, (Ujung Kulon). Dijamin walau jauuuuuuuuuuuuh, tapi buat hati puas, karena luar biasa sepi dan indah. Check out their site, www.pulau-umang.comCimg0304

Kesibukan semasa liburan? Berjemur! khukhukhu, I told u, yas paling histeris kalau liat pantai, langsung 'byuuuuuuuuuuuurrr' I don't know why, the ocean gives me such tranquility, sementara, Coky (cihuyyy), di dermaga paranoid di air ada hiu, cuape deh...Cimg0250

Di Pulau Umang sunsetnya dahsyat banget, hangat, vivid, so amazing T_T. Selain berenang, dan kangen-kangenan sama pasir putih, I get to eat a lot... Mamamnya kok ngga bisa berhenti yaks? Terlalu menghayati liburan banget :(

Then, its off to Bali, tapi di Bali ngga cuman liburan aja, Yas mesti ngisi seminar untuk Gerakan Positive di Sahid Kuta Bali. Selain itu cium-ciuman sama Nenek n Kakek, malam pertama di Bali karena terlalu kangen yas bobo bareng mereka berdua, sambil diceritaan tentang masa kecil yas. Uhuhuhu, I miss my grandparents! Nenek baru aja ulang tahun yang ke 76, Obachan, Tanjhobi ne!!!!!

Tapi puncak dari liburan yayas adalaaaaaaaaaaah......

Manggung bareng sama Coky di Soundadrenalin, gosh, super awsome!!!! Netral tuh keren banget yah, My Coky is such a talented human being. Beli album Netral yah, yas nyanyi 2 lagu disitu bareng Om Bagus xixixixixi.

Malamnya kita makan malam di Ubud, oishiiiiiiiiiiiiiii, yummy, makan di kampung halaman memang ngga ada tandingannya, I love my Bali :)

But as u know all good things must come to an end, Adieu Bali, mesti cepet pulang trus ngurus kerjaan kampus...

So, deadline menulis thesis menunggu, rapat silabus juga, but above all, I miss my Chibo, uhuhuhuhu kasian si Chibo ditinggal kelamaan, kata mamah dia suka nangis di depan pintu, uh si guguk superlucu.

Thanks for viewing my Blog, I appreciate your sweet kindness :) I hope you enjoy this Blog.
Love u guys, take care, and may The Lord keep you save.
Tataaaaaaaaaa = >

Seni Memaafkan

Forgive and Forget, frase sederhana yang amat sulit untuk diaplikasikan. Bukankah begitu? Pernahkah teman-teman merasakan hal seperti ini? Dimana sulit sekali untuk memaafkan seseorang?

Bila mengacu pada etika keagamaan, tentunya memaafkan adalah simbol utama nilai kemanusiaan. Selalu ditekankan di dalam kitab suci, misalnya di dalam injil, 'ampunilah dosa kami, seperti kami mengampuni orang-orang yang telah bersalah kepada kami.' atau dalam kejadian penyaliban Tuhan Yesus Kristus, ia bersabda dalam injil Lukas, 'Ya Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang telah mereka lakukan.'

Aduh, kebesaran hati Yesus Kristus, ketika Ia mengampuni mereka yang telah menjebak dan mengeksekusiNya. Mungkin itu yang harus diingat. Tapi, hati manusia tidak serta merta dapat memaklumi keburukan yang ditimpakan orang lain kepadanya. Sulit sekali membuka hati dan menerima permintaan maaf dari seseorang. Memang agama atau prinsip-prinsip berkeyakinan selalu mengidealisasikan kondisi manusia yang selalu saling bermaaf-maafan. Oleh karena itu setiap menyebutkan Astagfiru-Allah, berarti aku memohon ampunan dari Allah. Hal ini disebabkan deskripsi Tuhan dari setiap agama selalu mencitrakan Tuhan yang Maha Pengampun.

Dalam agama Buddha pun, dikenal Metta, atau azas cinta, yaitu menghindari dendam dan selalu membuka hati untuk para musuh kita. Begitu juga dalam Hindu, meski mengenal hukum karma, ia tidak tertutup daripada upaya seseorang untuk memaafkan perbuatan silap orang lain kepadanya. Prayascitta, demikan ucap para pendeta Hindu, memaafkan merupakan kekuatan terbesar dari seorang manusia.

Memaafkan membutuhkan keikhlasan dan ketulusan hati. Itu mengapa saya katakan memaafkan merupakan suatu seni. Ia tidak lahir dari putusan-putusan rasional kita, tapi lebih kepada belas kasih dari hati nurani kita. Saat ini mungkin saya sudah memaafkan, tapi belum melupakan. Karena saya hanya manusia biasa, dan manusia butuh ruang dan waktu untuk menerima kesalahan orang lain.

Love's celebration

To my one and only sweetheart.

31 Mei 2002-31 Mei 2007

After 5 arduous years, You are still the one thatLoves_celeberation I call home.

"Hey your my mask, your my cover, my shelter."

My Natalia

12 Mei 2 tahun yang lalu adik saya Nyoman Natalia Dhamantra meninggal akibat gagal jantung. Hingga saat ini sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata bagaimana rasanya kehilangang seseorang yang amat kita cintai. I love my baby sister. She's the perfect sister. Nataliaku cantik, ramah, sangat penyayang, ia tipe orang yang suka membahagiakan orang lain, murah hati dan jenaka (duh usilnya minta ampun...)

There are too many beautiful memories about her, but my most memorable one is our trip to Paris. Waktu saya berusia 16 tahun, saya, Ayu (Auuu adik nomer 2) and Natalia sepakat untuk kabur dari kamar hotel untuk menjelajahi kota Paris. Kita badung banget! Well, kita nggak punya banyak uang, so we decided to travel by train. We went to Arc D'triomph, walk around n laugh all day.

Satu tujuan yang kita obsesikan adalah taman Trocadero. So, dengan determinasi tinggi kita mencari taman Trocadero. It was so cold! Anginnya menusuk tulang amat menyiksa. Akhirnya, setelah berjam-jam tersesat dan hampir menangis pulang, kami menemukan taman Trocadero! Tamannya cantik sekali. Natalia tertawa kegirangan sambil menari-nari mengelilingi taman, terlupa akan dinginnya suhu kota Paris.

Setelah itu kami bertiga (dengan sisa uang) membeli roti Crepes panas. Yummy, sampai sekarang Crepes pisang itu masih terasa di mulut. Ayu kelaparan sekali so I share mine with her. Sementara Natalia makan Crepes coklat yang belepotan di mulut dan bajunya. Kami tertawa dan duduk sampai sore tiba di Trocadero. Waktu pulang kami bertiga bergandeng tangan sambil bersiap dengan omelan orang tua kami :) Kami tiba di hotel pukul delapan malam, dengan ayah yang berkacak pinggang, dan ia hampir saja menelepon Polisi Perancis. Imagine that we were so naughty hahahahah.

Kami bertiga tidak pernah terpisahkan, bahkan sebelum kematiannya kami masih suka tidur bertiga sambil bercerita tentang kehidupan. I really miss her...
Some part of me died along with her death that night.
A part that cannot be mend nor repair.
Tapi saya tidak mau Natalia kecewa. If I  prolong a life with tears n depression she would had been disappointed. I want her to be happy. I want to live to the fullest for her.

Beberapa hari sebelum kematiannya ia mengecup pipi saya di pagi hari dan pamit untuk ke sekolah. Saya mengingatkannya untuk berhati-hati, lalu ia menjawab dengan senyuman.
So my baby Natalia, my life is a prayer for you. Alam pasti merawat kamu dengan baik.
If you are reading this baby, yas selalu cinta kamu.

In my dream I still see you dancing in Nirvana. I will see you soon baby :)

"Atha yatraitad asmaccharirad utkramati, athaitar eva mibhir urdvham akramate, sa aum iti va ha ut va miyate" (Chandogya Upanisad VIII.6.5) Ketika kemudian ia meninggalkan tubuh ini, sesungguhnya ia pergi ke angkasa dengan sinar benderang ia akan pergi ke atas diliputi dengan Tuhan.

"Ulaika Ashhabul Jannati Hum Fihaa Khaalidun" (QS Yunus) Mereka itulah ahli-ahli Surga , tempat mereka yang abadi. Natalia_1

Dear Sahabat

Apakabar teman-teman semua, semoga dalam lindungan Tuhan senantiasa. I miss u all, and pray for your wellbeing.

Sebelumnya ingin mengucapkan selamat pada mahasiswa merangkap sahabat Bunga Noladika angkatan 2004, yang baru saja mengakhiri masa jomblonya dan berpasangan dengan IGM Arya (mahasiswa pintar dan baik). Hahahahahaha, excuse my childishness, dosen juga manusia :)

Selamat untuk Adhi Putra Tawakal mahasiswa yang paling dedikatif, pemenang juara ke II pemilihan Mahasiswa Berprestasi. I am so proud of you, jangan lupa cium tangan mama. Ridho dari Ibu adalah kunci dari segala kesuksesan.

Selamat untuk Upi, Sonny dan Irianto atas kesuksesan dan kesabarannya menjadi fasilitator Konfrensi International Woman 4 Peace. Wahuuuuu akhirnya bisa kembali menjadi anak muda yang impulsif armmagedonistik (hahahahahaha)

Sekarang sedang baca Nitishastra dari Chanakya (filsuf India), trus Breaking the Spell dari Daniel Dennet, The conquest of hapiness dari Bertrand Russell. I just love crazy themes :)

Still listening to Maliq n d'essentials, 'Heaven", (sambil nyanyi) "Jadikan cinta ini, surga duniawi, milik kita berdua selalu abadi." Seriously, I'm so addicted to this song.

Still watching Drama Jepang 'One liter of tears', acaranya di Indosiar setiap sore. I cry all the time T_T Setiap lihat tokohnya Aya jadi inget adik tersayang Natalia. Such a moving story..

Oh ya.. kata adikku Bagus, Spiderman 3 dahsyat banget. Upi, Iri nonton yuk! (secara, kalian kan suka tuh yang mistik-mistik bisa lompat antar gedung pake jaring laba-laba kan?)hahahahaha seperti lochness, yetti n wolfie hahahahahaha Kalau kata Dosen Logika Pak Hayon, "Tidak bisa, itu tidak logis"

Anyways Thanks for you sweet mails, I love them all.
Keep on posting, thanks 4 visiting my Blog.
Salam Damai Sejahtera.