Konsolasi Valentine
Salam sejahtera, teman-teman yang kucintai, besok, hari yang dinanti-nanti banyak orang. Ijinkanlah saya mengucapkan selamat hari kasih sayang.
Apa yang bisa kita ketahui tentang cinta? Love menurut Fromm, bukan sesuatu yang abstrak, seperti apa yang pernah dicetuskan oleh Plato. Plato selalu meninggikan cinta yang ideal, cinta yang tidak terjamah dunia materi. Jangan mengkerutkan kening, tidak hanya Plato yang terobsesi dengan cinta ideal semacam ini, seorang filosof tampan asal Denmark juga menyetujui cinta semacam ini, Kierkegaard menganggap bahwa cinta bekerja di dalam sistem keyakinan kita. So when we love someone, it is a trust based on no factual evidential whatsoever, kita mencintai dengan resiko kekecewaan yang besar. Resiko itulah yang dikatakan sebagai nilai eksistensi kita sebagai manusia. We love, because love is wild and unknown...
But, tentunya, sebagai seorang filosof, I am not happy with that definition of love, kita lihat pandangan lainnya tentang cinta. Berada di polaritas yang berlawanan, berdirilah seorang Libertine asal Perancis bernama Stendhal. Filosof ini menolak spiritualitas ala Plato dan Kierkegaard, cinta itu menurutnya ketertarikan instan yang terjadi pada tubuh. Saat kita mengagumi seseorang, meski kita merasa tertarik dengan betapa charming dan jenakanya orang tersebut, tetap saja menurut Stendhal tubuh kita bereaksi terhadap eksterioritas orang tersebut. Stendhal dengan bahasanya yang sangat erotis, menjelaskan tahap admirasi, dimana kita mengkhayal, bahwa alangkah manis dan nikmatnya untuk mencium bibirnya, atau menyentuh kulitnya, --pikiran-pikiran semacam itu.
Berbeda dengan Stendhal, Erich Fromm menganggap bahwa cinta semacam itu hanyalah cinta erotis, yang menurutnya bukan inti dari proses aktivitas mencintai dan dicintai. Ia mencoret kata 'Falling in Love' dan menggantinya dengan 'Standing in Love'. Falling in love atau jatuh ke dalam cinta, menurut Fromm merenggut rasionalisasi dalam kehidupan manusia. Cinta atau berdiri saat mencintai bagi Fromm membutuhkan kesadaran, tidak buta, tidak obsesif apalagi masokistik. Untuk Fromm tidak wajar apabila kita mencintai namun disaat yang bersamaan dibalas dengan penderitaan dan rasa sakit. Cinta mengandaikan dua posisi yang sederajat dimana kedua belah pihak memberikan penghormatan yang mutual. Mengapa memilih untuk jatuh dan dibutakan cinta, apabila kita bisa sama nikmatnya mencintai cinta dengan sadar? Itu gagasan dari Fromm.
Dimanakah saya? dan dimanakah anda dalam topografi cinta semacam ini? Sekarang sedang mendengarkan sebuah lagu, "Dengarkanlah permintaan hati yang teraniya sunyi, dan berikanlah arti pada hidupku, yang terhempas yang terlepas, pelukanmu, bersamamu dan tanpamu, aku hilang... selalu."
Menilai dari lagu-lagu maupun karya sastra yang dibaca oleh orang-orang, kita selalu ingin jatuh cinta, dimabukan cinta, merasakan cinta meski, cinta itu seperti virus yang mematikan imunitas rasio kita. Tapi untuk saya, mengkonsumsi lagu-lagu cinta, atau novel-novel Flaubert, YB. Mangunwijaya dan William James, dapat saya reservasi di suatu ruang imajiner. Suatu ruang yang saya simpan yang tidak perlu teraktualisasi.
Cinta yang saya damba adalah stabilitas. Pada kenyataananya kita ingin kepastian dan keamanan, begitu juga dengan saya. Saya menikmati puisi-puisi romantis nan mematikan milik Pablo Neruda, tapi saya tidak berharap ada seseorang yang membacakan puisi itu kepada saya. Karena cinta bukan sekedar puisi dan nuansa romantis. Tapi cinta adalah tanggung jawab, serta kesabaran. Cinta itu pilihan dan komitmen, martabat dan loyalitas.
Di dalam hati saya, pertanyaan dan kemudian menjadi aspirasi hidup saya, bisakah kita mencintai dengan totalitas. Dimana kita merawat cinta, mendewasakan diri melalui pengalaman mencintai tersebut. Menerima rintangan dengan tegar, dan menjaga janji yang telah kita ikrarkan dengan mereka yang kita cintai..
Saya tetap percaya, dalam prahara hidup yang menyiksa dan menyebabkan derita bagi manusia. Cinta menjadi fondasi harapan bagi jiwa-jiwa yang teraniaya, cinta tentunya dalam pengertian ini, adalah cinta yang membebaskan, memerdekakan dan mencerahkan..
Happy Valentine yah :) Semoga teman-teman menikmati hidup di dalam quantum cinta yang mencerahkan..

wadew,
pulang dari bali trus potong rambut?
Puisi Untuk Debi
Bingkisan ini sederhana,
tanpa banyak hiasan apalagi bunga
Seperti kita yang telah menjadi kita
tanpa perlu banyak upacar
Bingkisan ini berisi lagu - lagu,
yang disertakan tanpa lirik
tanpa perlu banyak kata yang seringkali tak ada guna
namun yakinlah makna didalamnya berisi lebih dari seribu puisi
Bingkisan ini tanpa pertanda
akan hari cinta kasih 24 jam
tanpa hati yang romantis atau cokelat berwarna pink
Bingkisan ini adalah semua cerita kata - kata cinta
bahwa kita merayakan sertiap hari
tanpa sekedar batas 24 jam sehari bertabur hati merah muda
Bingkisan ini penuh cinta
Untuk kamu dari saya,
pecintamu
Bingkisan ini adalah saya
Bingkisan ini adalah kamu
Mari berbahagialah
Saat saya dan kamu berdiri di tempat terpisah
Kita adalah kita dengan lirik terindah
Kita adalah lagu dengan lirik terindah
Bingkisan ini hadir untukmu
Karena itu
Tersenyumlah
Saya mencintamu
sungguh
dan
selalu
Bawah Langit, [1:43 AM]
Dalam Rindu, 11 Februari 2008
- Urs -
Posted by: BUMI - ARie I | February 17, 2008 04:30 AM
wah tumben posting lagi??? kemana aja mbak??
Posted by: Co-That | April 21, 2008 04:21 AM