Kisah aku dan sahabatku
Tanggal 31 Mei ini adalah hari yang amat berbahagia untuk yas J Tidak hanya adik perempuan saya yang manis Made Ayu Ratih berulang tahun yang ke 23, tetapi juga peringatan 6 tahun hari persahabatan dengan seorang pemuda tampan xixixixixi
6 tahun yang lalu, waktu saya masih berusia 19 tahun, di suatu pesta ulang tahun di kemang, saya bertemu dengan seorang gitaris. Entah kenapa dulu saya selalu punya prasangka dengan pria, di waktu itu saya katakan pada teman saya Inda, ”Eh si gitaris itu manis banget yah, tp anak band kayak dia pasti groupiesnya banyak yah Nda” Saya ingat sekali bahwa Inda waktu itu berusaha mendorong saya untuk lebih berani bicara dengan si gitaris itu, ”Ayo dong Yas, ngobrol aja..” Tapi berhubung saya habis patah hati dengan seorang mahasiswa Moestopo, wajar apabila saya menjadi tertutup, huhuhu trauma dengan pengkhianatan.
Tetapi si gitaris itu terus menghampiri saya, bahkan di saat terakhir saya beranjak pulang, dia mengambil tangan saya dan menciumnya. Ya ampun, sumpah, gara-gara dicium tangannya, my face was blushing red, lucu deh kalau diinget gugup-gugupnya. Faktor lain yang mengadakan kesempatan adalah usilnya manager saya yang bernama mas Rendy. Dia selalu menjodohkan saya dengan gitaris itu. Tetapi si Gitaris tidak mudah mendapatkan hati saya. Berbulan-bulan kita sms-an. Saya sempat ke Australia, sedangkan dia tur ke berbagai kota di Indonesia. Waktu di hari perjumpaan kita selepas pekerjaan dan perjalanan yang panjang, dia memantapkan hati untuk mengajak serius pacaran. Meskipun saya saat itu masih sangat muda, saya sudah tahu apa yang saya inginkan dari relasi percintaan, saya katakan pada dia, ”Cinta itu persahabatan, kamu harus jadi sahabat saya untuk memiliki hati saya...”
Apa yang saya cintai dari sahabat saya sang gitaris tersebut? Too many to mention. Dia selalu ada disaat susah maupun senang. Waktu adik saya Natalia berpulang karena sakit, dialah yang menopang dan membesarkan hati saya. Mengajarkan saya kepasrahan serta ketabahan menerima kesengsaraan hidup. Dia pula yang mengajarkan bahwa di dalam hidup yang terpenting adalah mengikuti kata hati agar menjadi bahagia. ”Saya ingin jadi guru...” lalu dia bilang, ”Ya sudah kalau begitu jadilah guru yang baik”. Dia selalu melindungi saya, sampai-sampai saya merasa tergantung sekali sama dia. Dia tempat saya berpaling dan bercerita, walaupun dia benci dan meremehkan filsafat, tetapi ia selalu meluangkan waktu untuk mendengar ocehan saya, ”kamu kasih tanggapan yah tentang first meditationnya Rene Descartes”, dia mengangguk dengan patuh.
Saya pernah katakan pada dia bahwa menurut saya tempat terindah di dunia ini adalah Borobudur. Saya tahu fakta2 tentang Borobudur, sudah menulis begitu banyak artikel tentang Borobudur, tetapi saya tidak pernah menginjakan kaki di Borobudur. Lalu di malam tahun baru dia katakan pada saya, ”besok siap-siap yah, kita mau ke tempat istimewa.” Sewaktu di Borobudur, dia bertanya pada saya, ”Kamu bahagia ?” Tentu saja saya tersenyum sambil mengiyakan.
Apakah kita bertengkar? Dengan jujur akan saya jawab, SELALU! Saya keras kepala, dia juga keras kepala. Tapi entah kenapa saya tidak bisa berlama-lama marah dengan dia, begitu juga sebaliknya. Biasanya dia akan sms, ”Yas, udah ya marahannya, kapan2 kita sambung lagi, saya bener2 ingin ketemu kamu...”
Apa saja perbedaan antara saya dan sang gitaris, dia pemakan daging, sementara saya vegetarian. Dia pendiam dan penyendiri, sedangkan saya sangat cerewet dan senang dengan keramaian. Terkadang saya suka dangdut, kata dia ”please deh, jangan jatuhin harga diri saya dong sebagai rocker...”(hihihihi). Saya suka pedas, dia tidak. Saya cinta Jakarta, dia muak dengan Jakarta. Saya suka film India, sementara dia selalu mencemooh idola saya Shah Rukh Khan. Dia percaya UFO (tolong deh), buat saya itu omong kosong. Tetapi kita juga ada kesamaan. Kita berdua sama-sama penyayang keluarga dan menganggap keluarga adalah alasan eksistensi hidup kita, kata dia, tidak ada yang lebih penting diatas keluarga. Kita berdua suka Stevie Ray Vaughn dan suka melongo heran kalau nonton DVD
Jadi kekasihku, selamat 6 tahunan yah, terima kasih kamu sudah menjadi sahabat yang sempurna. Truth be told, you are not just my best friend, you are my everything...
Love, Singkongrebush.
PS : Sayang, jgn lebih cinta sama burger king yah dibanding sama saya L

Recent Comments