« Konsolasi Valentine | Main | Kisah aku dan sahabatku »

Panacea

James Blunt berkata dalam salah satu lagunya, “Give me reason, but don’t give me choice cause I’ll just make the same mistake again.”

Mengapa kesetiaan itu penting dalam suatu relasi percintaan? Mengapa kita menuntut kesetiaan dan dituntut sebaliknya juga. Apakah kesetiaan itu penting, dan apakah menjadi setia itu suatu yang alamiah bagi manusia? Mengapa tema ini yang diangkat? Memang bulan ini bulan membaca sastra untuk kelas Hermeneutika, dan saya sedang bergelut dengan teks-teks yang ditulis oleh Giacomo Casanova. Casanova bukan sekedar satu persona, ia suatu budaya, suatu ikon, yang secara simultan dibenci dan dikagumi. Anda penganggum Casanova? Atau sebaliknya ingin membunuh setiap (c)asanova-casanova wannabes diluar

sana

J

Bila anda meyakini bahwa sifat beradab kita adalah suatu konstruksi budaya, maka kita juga yakin bahwa menjadi setia dan monogamus adalah suatu habituasi pula. Freud mati-matian akan membela kredonya, manusia adalah hewan seksual! Demikian pula dengan Casanova yang meski hidup sengsara dikejar hutang dan suami-suami yang istrinya telah digauli olehnya, ia mengaku bahagia dan puas dengan

gaya

hidupnya. Dalam jurnalnya ia berkata, “tiada lagi hal yang lebih prinsipil bagi saya selain mencari kenikmatan dan kepuasan ragawi.” Prinsip yang sederhana sekali… dan memang terdengar agak dangkal. Tapi ia sangat yakin bahwa kebahagiaan di dalam kesetiaan itu sesuatu hal yang ilusif. Kesetiaan bukan sifat alami dari manusia.

Awalnya saya membenci Casanova, (mengingat pernah menjadi korban dari beberapa pengikut setia Casanova L), tapi kini saya justru kasihan. Iba, pada Casanova yang mendefinisikan cinta sebatas sensasi tubuh, penaklukan seksual, padahal cinta menawarkan lebih dari hal-hal tersebut. Seperti apa saja anda tanya? Oke… seperti companionship, atau the pleasure of growing and nurturing a relationship. Lagipula mengenai apa yang alamiah atau tidak, (lelah dengan pembenaraan seperti ini) setia atau tidak itu persoalan kehendak bebas. Jadi, mengkritik James Blunt (yang ternyata selama ini seorang yang playboy dibalik lirik-liriknya yang menjamah kalbu!) Ketika ia bernyanyi, “don’t give me choice, cause I’ll just make the same mistake again.”

Aaaarggghhhh, don’t say that! Seolah-olah menjadi setia adalah paksaan yang harus dipatuhi ketika berada di dalam suatu hubungan. To be loyal in a relationship is an art of its own. Jangan ketawa yah,… memang susah untuk setia, mengingat begitu banyaknya godaan yang beragam diluar

sana

. But I believe the pain on rejecting those temptations, will cause a distinct blissfulness. Tetapi tentunya pilihan itulah inti dari setiap hubungan, you are never obligated to be faithful or not to be faithful to your lover, it’s always about that reason why you do it. Misalnya anda akan berkata pada diri anda sebelum tidur, alasan saya setia karena saya sungguh-sungguh mencintai dia, dan tidak ada orang lain yang bisa menyebabkan perasaan seperti ini selain dia. Ah, wouldn’t it be nice to feel that way to someone?

                            

Comments

Yas, makasih ya..Btw, casanova itu siapa ya? apakah casanova itu aktivis perempuan jg? :(

hihihi Ucu lucu bgt sih... Casanova itu playboy yang paling berbahaya di dalam sejarah umat manusia hihihihi

mungkin juga keteguhan pilihan yang pada akhirnya nanti ditemukan. hmmm setia memang susah ya...

salam,
wayansudane.net

bagai mana jika seseorang yang rela menghabiskan waktu selama bertahun2 untuk seseorang yang dia cintai, walaupun dari awal dia tau bahwa mereka tidak akan "diizinkan" oleh dunia untuk bersatu?? perlukah orang seperti itu dikasihani??

karena banyak yang bilang dia sangat sangat bodoh!!!

*aku sendiri gak ngerti magsudnya kekekkeke*

cinta dalam keiklasan dan pelayanan sungguh sungguh indah....

dalam cinta ada berbagi, rela berkorban, saling mengasihi, percaya, keihlasan, .....dst

jika kesetiaan kita adalah pada cinta, maka apakah semua pengorbanan, kesulitan dan keihlasan itu perlu dipertanyakan lagi


sedang casanova, kesetiaan apa yang dia miliki, kesetiaan pada cintakah, hingga dia selalu mencari cinta2 yang lain, ataukah hanya kesetiaan pada napsu belaka yang jelas takkan didapat hanya dari satu orang saja

who knows?? mungkin seperti kata pepatahnya om ebit G ade lebih baek kita tanyaken aja pada rumput2 yg bergoyang kali yee, hehehe..

Kalau ada kesempatan ngomong ke Casanova *hypothetically* mau saya nasehatin "Cas, gak ada masalah sih kalau kamu hepi sama gaya hidup kamu. Tapi kira2 dong cewek-cewek lugu yang kamu tipu dengan puisi dan bullshit-mu"

Hihihi itu doang sih, kadang2 orang lupa sama korbannya, trus terlalu terkesima sama atraksi si playboy itu.

aku bukan dari jenis casanova,tp aku "penikmat" cinta.._pun terkadang aku masih bingung dengan cinta itu,
sesekali seorang perempuan datang kepadaku dengan senyuman tersungging di wajah manaisnya, dan berkata "aku bahagia dengannya"
sesekalinya dia datang lagi dengan lirih, lalu berujar "aku benci sebenci-bencinya dengan dia", dan ingin merenda kembali dengan ku sesuatu yang pernah usang
esok dia kembali lagi dengan wajah memerah dengan umpatan "aku benci dan muak dengan kamu,jangan lagi kamu menemuiku", yang tanpa pernah aku tahu sebabnya..
hahh.....kenapa media yang tercipta karena adanya dua insan bisa membuat susah si-empunya itu..
ada pencerahan g' buat aku???hihihi....

*kesindir mode on*

saya kan don juan gagal.
tiap main api.
yang ada malah main hati.
(kok jadi andra and the backbone?)

*norak mode on*

jadi ngiri sama casanova.
dia don juan sukses ga ya?

*ngakak*

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .